beritabola.ink - Manajer Manchester City, Josep Guardiola, mengakui peluang juara timnya tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri. Pernyataan itu muncul setelah City ditahan imbang 3-3 oleh Everton dalam laga penuh drama. Hasil tersebut membuat mereka tertinggal lima poin dari Arsenal saat musim memasuki fase penentuan.
Guardiola menilai timnya sebenarnya memulai laga dengan sangat baik di Hill Dickinson Stadium. City mendominasi permainan dan terus menekan sepanjang babak pertama. Namun setelah jeda, intensitas menurun dan Everton mampu memberi tekanan fisik yang menyulitkan.
Kesalahan individu di lini belakang menjadi titik balik pertandingan. City sempat unggul, lalu tertinggal 3-1 sebelum gol Jeremy Doku di menit ke-97 menyelamatkan mereka dari kekalahan. Meski terhindar dari hasil buruk, Guardiola tetap menunjukkan kekecewaannya.
Selisih lima poin dari Arsenal membuat posisi City semakin tertekan. Guardiola menegaskan timnya kini harus fokus menyapu bersih sisa laga sambil berharap pesaing terpeleset. Situasi ini menjadi ujian serius bagi status mereka sebagai juara bertahan.
Dominasi Sempurna di Paruh Pertama
Pep Guardiola memuji performa timnya pada babak pertama. Ia menilai Manchester City mampu mengontrol permainan dan menciptakan banyak peluang. Namun, pertahanan rapat Everton yang menumpuk pemain di belakang bola membuat penyelesaian akhir tidak maksimal.
Strategi serangan balik cepat Everton sebenarnya sudah diantisipasi. City dinilai lebih unggul dalam membangun serangan, tetapi efektivitas tersebut tidak bertahan hingga akhir pertandingan.
"Penampilan yang sangat bagus. Kami bermain luar biasa di babak pertama, benar-benar sangat bagus. Di babak kedua, mereka melakukan peningkatan dan mungkin kami tidak seagresif sebelumnya, lalu tentu saja kami memberikan gol itu secara cuma-cuma," ujar Josep Guardiola.
Tantangan Fisik Gaya Main Inggris
Memasuki babak kedua, Guardiola melihat perubahan besar dalam ritme permainan. Everton bermain lebih agresif dan mengandalkan duel fisik yang intens. Situasi ini membuat City kesulitan mengontrol tempo seperti sebelumnya.
Jeremy Doku mendapat pujian atas kontribusinya di sisi sayap. Meski peluang tambahan gagal dimaksimalkan, Guardiola tetap mengapresiasi respons timnya saat bangkit dari ketertinggalan.
"Setelah mereka bangkit, mereka memainkan permainan khas Inggris yang sesungguhnya, sangat agresif dalam duel-duel tersebut. Namun secara umum, kami memberikan performa yang sangat bagus," ucap manajer asal Spanyol tersebut.
Realitas Baru Perburuan Gelar
Guardiola kini memilih pendekatan yang lebih realistis menghadapi sisa musim. Ia mengakui bahwa City tidak lagi mengendalikan penuh peluang untuk menjadi juara. Kehilangan poin di laga seperti ini berdampak besar pada peta persaingan.
Meski begitu, ia memastikan timnya tidak akan menyerah. City akan tetap berjuang hingga laga terakhir sambil menunggu peluang terbuka.
"Ini bukan lagi di tangan kami. Sebelumnya iya, sekarang tidak lagi. Kami masih memiliki beberapa pertandingan tersisa. Kita akan lihat apa yang terjadi nanti," pungkas Guardiola.
.png)
.png)
.png)

0 Komentar